Studi Kasus: Strategi Digital Marketing Kursus di Surabaya yang Berhasil Gandakan Pendaftaran
---
# Studi Kasus: Strategi Digital Marketing Kursus di Surabaya yang Berhasil Gandakan Pendaftaran
## Pendahuluan
Persaingan lembaga pendidikan di kota besar seperti Surabaya semakin ketat. Banyak kursus bahasa, bimbingan belajar, hingga sekolah swasta yang berlomba-lomba menarik perhatian calon siswa dan orang tua. Tantangannya, tidak semua lembaga punya anggaran besar untuk promosi.
Namun, lewat strategi digital marketing yang tepat, sebuah kursus bahasa Inggris di Surabaya berhasil **meningkatkan jumlah pendaftaran hingga 2 kali lipat hanya dalam 3 bulan**. Mari kita bahas langkah-langkah yang mereka lakukan.
---
## Profil Singkat Lembaga
Lembaga yang kita bahas dalam studi kasus ini adalah kursus bahasa Inggris lokal di Surabaya (kita sebut saja **Bright English Surabaya**).
* **Tantangan awal:**
* Sulit bersaing dengan kursus besar yang sudah terkenal.
* Promosi masih mengandalkan brosur & spanduk.
* Website ada, tapi traffic sangat rendah.
* Jumlah pendaftar stagnan.
Mereka sadar harus beralih ke digital marketing untuk bertahan dan berkembang.
---
## Masalah yang Dihadapi
1. **Kurangnya visibilitas online.**
Saat orang tua mencari “kursus bahasa Inggris di Surabaya” di Google, kursus ini tidak muncul di halaman pertama.
2. **Promosi konvensional kurang efektif.**
Brosur hanya menjangkau sekitar lokasi, tidak menyasar orang tua yang benar-benar mencari kursus.
3. **Keterbatasan anggaran.**
Hanya mampu mengalokasikan sekitar Rp 3 juta per bulan untuk pemasaran.
---
## Strategi Digital Marketing yang Dilakukan
### 1. Optimasi SEO Lokal
* Menggunakan kata kunci seperti: *kursus bahasa Inggris Surabaya*, *les speaking Surabaya*, *kursus TOEFL murah Surabaya*.
* Mendaftar & mengoptimasi **Google My Business** (alamat, jam buka, foto fasilitas, ulasan orang tua).
* Menulis artikel blog seputar belajar bahasa Inggris, sehingga traffic organik perlahan meningkat.
### 2. Google Ads dengan Target Radius
* Menjalankan iklan dengan kata kunci berorientasi niat tinggi seperti *daftar kursus bahasa Inggris Surabaya*.
* Menargetkan radius 10 km dari lokasi kursus.
* Budget: Rp 100.000 per hari → menghasilkan banyak klik dari orang tua yang benar-benar mencari kursus.
### 3. Instagram Ads dengan Testimoni Siswa
* Membuat video pendek (15–30 detik) berisi testimoni siswa yang puas.
* Menargetkan pengguna Instagram usia 25–45 tahun (orang tua muda) di Surabaya.
* Pesan iklan sederhana: *“Anak Anda ingin lancar berbahasa Inggris? Daftar sekarang, kelas terbatas!”*
### 4. Landing Page Pendaftaran Online
* Alih-alih mengarahkan ke homepage, mereka membuat **landing page khusus pendaftaran**.
* Halaman berisi: informasi singkat program, harga, testimoni siswa, formulir pendaftaran online.
* Mobile friendly → mudah diakses lewat smartphone.
---
## Hasil yang Diperoleh
Setelah 3 bulan konsisten, hasilnya sangat signifikan:
* **Traffic website naik 350%.**
* **Biaya per pendaftar (Cost Per Lead) hanya Rp 30.000** melalui Google Ads.
* **Jumlah pendaftar meningkat 2 kali lipat** dibandingkan periode sebelumnya.
* Lebih dari 70% pendaftar baru mengatakan bahwa mereka “menemukan kursus lewat Google”.
---
## Pelajaran yang Bisa Dipetik
1. **Tidak perlu anggaran besar.** Dengan strategi yang tepat, anggaran kecil bisa menghasilkan hasil besar.
2. **SEO & Google Ads adalah kombinasi efektif.** SEO membangun traffic jangka panjang, Google Ads memberi hasil cepat.
3. **Testimoni membangun kepercayaan.** Video sederhana dari siswa/orang tua lebih meyakinkan dibanding iklan mahal.
4. **Landing page khusus meningkatkan konversi.** Halaman pendaftaran yang jelas memudahkan orang tua untuk langsung mendaftar.
---
## Kesimpulan
Studi kasus di Surabaya ini membuktikan bahwa **digital marketing dapat menjadi senjata utama lembaga pendidikan kecil untuk bersaing dengan pemain besar**.
Dengan anggaran terbatas pun, sekolah atau kursus bisa mendapatkan hasil maksimal jika fokus pada:
* SEO lokal,
* Iklan Google & Instagram yang tepat sasaran,
* Testimoni nyata,
* Dan landing page yang sederhana tapi efektif.
Jika lembaga pendidikan Anda masih ragu untuk beralih ke digital marketing, kisah sukses ini bisa menjadi bukti nyata: **masa depan pemasaran pendidikan ada di ranah digital**.
---